Kamis, 07 Februari 2013

Tips Agar Mudah Terbangun untuk Sholat Shubuh

Bismillah, Alhamdulillah.
Semoga Shalawat dan Salam tercurahkan kepada Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam, kepada keluarga beliau, sahabat beliau dan orang - orang yang mengikuti beliau dengan baik sampai akhir zaman.

Amma ba’du :
Di hari-hari di musim sekarang ini banyak masjid mengalami kemunduran yang besar, terutama dalam jumlah jamaah solat subuhnya, disebabkan pendeknya waktu malam dan tenggelamya kebanyakan orang dalam prilaku bergadang yang berlebihan…
 
Bahkan banyak dari kalangan orang-orang baik terjerumus dalam fitnah ini, diantaranya sebagian imam-imam dan muadzin, kedudukan mereka bisa menimbulkan dampak yang lebih besar, karena
mereka memikul tanggung jawab,  kelalaian mereka dapat berimbas terhadap jamaah masjid.

Keutamaan solat subuh berjamaah sangatlah besar, sedang melalaikanya adalah berbahaya, meski hanya dua hadits cukuplah menunjukan hal itu, dua hadits itu adalah:

عن عثمان رضي الله عنه عن الرسول الله صلى الله عليه وسلم قال: « من صلى العشاء في جماعة ، فكأنما قام نصف الليل ، ومن صلى الصبح في جماعة ، فكأنما صلى الليل كله » . رواه مسلم
“ Dari Utsman bin Affan rodhiyallahu 'anhu dari Rosulullahi sholallahu 'alaihi wa sallam ia bersabda: “ Barang siapa solat isya‘  berjamaah, maka seakan-akan ia solat separuh malam, dan barang siapa solat subuh berjamaah, maka seakan-akan ia solat malam seluruhnya”. (HR: Muslim).

Dan hadits Abu Hurairah rodhiyallahu 'anhu dari Rosulullahi sholallahu 'alaihi wa sallam:
« إن أثقل صلاة على المنافقين صلاة العشاء ، وصلاة الفجر ، ولو يعلمون ما فيها لأتوهما ولو حبوا ، ولقد هممت أن آمر بالصلاة فتقام ، ثم آمر رجلا فيصلي بالناس ، ثم انطلق معي برجال معهم حزم من حطب إلى قوم لا يشهدون الصلاة فأحرق عليهم بيوتهم بالنار » . متفق عليه .
“ Sesungguhnya solat yang terberat bagi orang-orang munafik adalah solat isya’ dan solat subuh, kalau sekiranya mereka mengetahui apa yang terdapat di dalamnya, niscaya mereka akan mendatangai keduanya meski dengan terjatuh, dan sunggguh aku telah berhasryat untuk memerintahkan seseorang  agar mendirikan solat, kemudian akau meminta seseorang agar menjadi imam, lalu aku pergi bersama orang-orang membawa kayu bakar kepada kaum yang tidak hadir solat, lalu aku bakar mereka dengan rumah-rumah mereka dengan api.” (HR: Bukhari Muslim).

Dan saya akan menyertakan bersama sarana-sarana tersebut beberapa kisah dan peristiwa yang terjadi pada sebagian salaf agar kita dapat melihat sejauh mana perhatian mereka terhadap hal itu:

Pertama:
Dalam kitab musnad Abdurrozak 1/526:
Dari Ma’mar dari az-Zuhri dari Sulaiman bin Abi Hatsamah dari as-Syifa’ binti Abdullah ia berkata:(( Umar masuk ke rumahku, ia mendapatkan dua orang laki-laki sedang tidur di sisiku, ia berkata: apa yang terjadi pada kedua orang ini, mereka tidak ikut solat bersamakau?, aku menjawab: wahai Amirul mukminin mereka berdua telah solat bersama orang-orang – saat itu dalam bulan ramdhan – mereka berdua solat terus menerus hingga subuh, lalu mereka solat subuhkemudian tidur, Umar berkata: sungguh solat subuh berjamaah bagiku lebih aku cintai dari pada aku solat semalam hingga subuh)).


Kedua:
Dalam kitab musonnaf Abdurrozak 1/527:
Dari Abdurrozak bin Abi Ruwad dari Nafi’ dari Ibnu Umar ia berkata: (( Dahulu jika ia mendapatkan isya‘ bersama orang-orang maka ia solat beberapaa rakaat kemudian tidur, dan apabila tidak mendapatkanya dengan jamaah maka ia menghidupkan malamnya, ia berkata: sebagian keluarga Ma’mar memberitahuku bahwa ia melakukan itu, lalu aku sampaikan hal itu kepada Ma’mar maka ia berkata: dahulu Ayub melakukan hal itu)).


Ketiga:
Abu Nuaim berkata dalam kitab hilyatul auliya’ 12/9:
Ahmad bin Is’hak bercerita kepada kami, Abdurrahman bin Muhammad bercerita kepada kami, Abdurrahman bin Umar bercerita kepada kami, Yahya bin Abdurrahman bin Mahdi bercerita kepadaku: bahwa bapaknya qiyamullail – yakni menghidupkan seluruh malamnya dengan solat - , dan tatkalah terbit fajar ia melempar dirinya ke ranjang – yakni tidur – dan melalaikan solat subuh hingga terbit matahari, maka ia mengatakan: ini adalah kesalahan ranjang ini terhadapku, maka ia memberi sangsi terhadap dirinya dengan tidak akan memakai alas apapun dalam tidurnya, dan ia juga mendera dirinya selama dua bulan hingga kedua pahanya terluka seluruhnya.


Keempat:
Khatib al-Baghdadi berkata dalam kitab tarikh Baghdad 10/320:
Muhammad bin Ahmad bin Rozak memberitahu kami, ia berkata: aku mendengar Abulqosim Ali bin al-Hasan bin Zakariah al-Qothi,i as-Sya’ir berkata:  aku mendengar Abulqasim Abdullah bin Muhamad bin Abdullah al-Aziz al-Baghowi berkata: aku mendengar Ubaidillah bin Umar al-Qowariri berkata: Hampir aku tidak pernah melalaikan solat isya' dengan berjamaah, lalu datang seorang tamu aku disibukan denganya, setelah itu aku keluar untuk mencari solat jamaah di kabilah-kabilah Bashrah, namun semua orang ternyata telah selesai solat, aku berkata dalam hatiku: diriwayatkan dari Rasulullah saw baahwa beliau bersabda:  
   صلاة الجميع تفضل على صلاة الفذ إحدى وعشرين درجة
“ Solat berjamaah lebih utama atas solat sendirian dengan dua puluh satu derajat” 

dan diriwayatkan “ dua puluh lima derajat” dan diriwayatkan “ dua puluh tujuh derajat” lalu aku pulang ke rumahku dan aku solat isya' di waktu yang terakhir dua puluh tujuh kali, kemudian aku tidur, aku bermimpi sedang mengendarai kuda bersama kaum, aku naik kuda seperti kuda-kuda mereka, kami saling berkejaran dan kuda-kuda mereka mendahului kudaku, aku pukul kudaku agar menyusul mereka, aku menoleh ke salah seorang dari mereka yang paling belakang, ia mengatakan; jangan kau paksa kudamu, kamu tidak berhak atas apa yang kami miliki, aku berkata: kenapa begitu? Ia berkata: karena kami solat isya' berjamaah.


Kelima:
Abu Nu’aim berkata dalam kitab al-hilyah 6/183:
Ibrahim bin Abdul Malik bercerita kepada kami, Muhammad bin Ishak bercerita kepada kami, Qutaibah bin Sa’ad bercerita kepada kami, Marwan bin Salim alQory bercerita kepada kami, Mas’adah bin al-Yasa‘ al-Bahili bercerita kepada kami dari Sulaiman bin Abi Muhamad, Ghalib al-Qathon bercerita kepada kami bahwa orang-orang datang kepada beliau saat pembagian warisan untuk mereka, ia membagi warisan itu kepada mereka semua, hingga waktu sore, maka ia kembali ke tempat tidurnya dalam keadaan letih, lalu ia bersandar ke satu masjid miliknya, lalu tertidur, datang seorang mu’adzin bertatswib, maka berkatalah wanita kepadanya: Bukankah kamu melihat mu’adzin- semoga Allah merahmatimu – ia bertatswib di atas kepalamu?, ia mengatakan: Dasar kamu biarkan aku, kamu itu tidak tahu apa yang telah terjadi padaku hari ini, lalu ia (mu’adzin) bertatswib terus menerus dan setiap kali itu pula wanita tersebut membangunkanya dan ia selalu mengatakan biarkan aku, hingga sampai pertengahan malam ia bangun dan solat dalam keadaan tidak ingat dan tidak tahu beberapa kali imam solat, lalu ia mengulang solat al- maktubah (wajib itu) sebanyak dua puluh empat kali, kemudian ia tidur, ia bermimpi pergi dari rumahnya ke suatu kedai,di perjalanan ia menemukan uang empat dinar, ketika itu ia membawa kantong yang memiliki tiga pintu, maka ia memasukan uang dinar tersebut ke dalam salah satu pintu kantong, ia bercerita:  Aku diam sejenak, tiba-tiba ada orang yang  mencari dinar-dinar itu dengan menyebut  terus-menerus empat dinarnya yang hilang, maka aku sembunyi darinya, kemudian setelah itu aku memanggilnya, aku berkata kepadanya: wahai pemilik dinar, ini adalah dinarmu, aku berpaling untuk membuka kantong dan memberikan dinar-dinar itu kepadanya, namun ternyata kantongnya sobek dan dinar-dinar itu lenyap!, aku berucap: wahai pemilik dinar sungguh dinar-dinarmu hilang, ambilah gantinya, maka ia memegang sisi bajuku dan mengatakan: Aku tidak mau terima kecuali dinar-dinarku yang sama seperti aslinya, lalu aku terbangun saat ia masih memegang sisi bajuku, lalu aku pergi kepada Ibnu Sirin, aku ceritakan kejadian itu kepadanya, ia berkata: Adapun tertakait kamu tertidur dari solat isya‘, maka beristighfarlah dan jangan kamu ulangi lagi.

Sulaiman berkata: Dan Golib al-Qottoni bercerita kepadaku: Kemudian aku diuji dengan kejadian serupa, aku bersandar pada masjid tersebut, lalu mua’dzin mengumandangkan azan dan bertatswib, setiap kali itu pula wanita tersebut membangunkanku - semoga Allah merahmatimu- dan aku tidur hingga waktu yang sama dengan waktu aku tidur pada kali yang pertama, lalu aku bangun dan solat sebagaimana aku solat pada kali yang pertama, kemudian aku tidur lagi, aku melihat dalam mimipi bahwa aku dan sahabat-sahabatku menunggang keledai kelabu yang cepat, sedang orang-orang di depan kami mengendarai unta, mereka tidur di atas permadani yang dihamparkan di atasnya,  mereka berjalan pelan, sedang aku dan sahabat-sahabatku berusaha keras untuk menyusul mereka hingga kami kepayahan, maka kami memanggil: Wahai para pengendara ada apa ini, kami mengendarai keledai keledai yang cepat, sedang kalian mengendarai unta dengan pelan, kami berusaha untuk menyelip kalian namun tidak bisa?. Para pengendara itu menjawab: Sesungguhnya kami  adalah kaum yang ikut solat jamaah isya‘ yang akhir, sedang kalian solat sendirian, maka kalian tidak akan dapat menyusul kami. Ia berkata: lalu aku bergegas pergi kepada Muhamad bin Sirin, aku bercerita kepadanya ( tentang hal itu), maka beliau menjawab: ia (penjelasanku) sebagaimana yang kamu mimpikan...

Abdullah bin Muhamad bin Ja’far bercerita kepada kami, Abdullah bin Muhamad bin Imron bercerita kepada kami, pamanku Ayub bin Imron bercerita kepadaku, ia berkata: Aku dapat cerita dari Ghalib al-Qattani, ia berkata: Aku tertinggal solat isya‘ berjamaah, maka aku solat dua puluh lima kali untuk menggapai keutamaan, kemudian aku tidur, aku melihat dalam mimpi bahwa aku mengendarai kuda yang berlari kencang, sedang mereka di atas kendaraan dan kami tidak dapat mengejar mereka, maka dikatakan: itu karena mereka solat berjamaah sedang anda solat sendirian. ( Dan ada banyak riwayat lain yang mengkisahkan cerita ini dalam kitab al-hilyah).


Keenam:
Dalam kitab (( Jawaanib min siroh al-Imam Abdul Aziz bin Baz)) hal 79, disebutkan:
Pada suatu hari Syekh Abdullah bin Baz punya janji setelah solat subuh. Namun beliau tidak solat di masjid, maka setelah solat kami pergai ke rumahnya, kami menunggu beliau, kami mengkhawatirkanya, lalu beliau keluar menemui kami, beliau menanyakan waktu, kami memberitahunya bahwa solat berjamaah telah selesai.
Ketika itu beliau – semoga Allah memberinya rahmat – letih pada malam harinya, beliau tidur sangat terlambat, dan setelah solat tahajud beliau berbaring dan tertidur, sedang tidak ada satu orang pun yang membangunkanya, atau membunyikan untuknya alarm jam, dan setelah beliau tahu bahwa orang-orang telah solat maka beliau solat dan berkata kepada dua sahabatnya, yaitu; Syekh Abdurahman al-Atiq dan Hamad bin Muhamad an-Nasir: ini adalah kali pertama aku ketingalan solat subuh!

Aku berkata: Semoga Allah merahmati mereka, begitulah mereka bersungguh-sungguh dalam ibadah dan muhasabah diri di saat melakukan kesalahan terkecilpun, jiwa-jiwa mereka bersih, obsesi mereka tinggi, dan mereka dikenang selamanya oleh orang-orang yang datang setelahnya... 

Aku tidak tahu apakah masih ada hari ini orang-orang yang ketika ketinggalan solat lalu merasakan seperti yang mereka rasakan?!, para pelajar dan orang-orang soleh yang ketinggalan solat subuh berkali-kali itu, padahal mereka tidak menghidupkan malamnya dengan tahajud, tidak juga sepersepuluh malamnya, atau bahkan sepersepuluh dari sepersepuluh malamnya! Kemudian mereka tidak merasa sakit, tidak pula sedih, seakan-akan tidak punya dosa?!.

Bahkan anda bisa melihat sebagian mereka telah memiliki tradisi yang berkelanjutan, datang sekali dan absen berkali-kali, dan kalaupun hadir pasti terlambat, sehingga menjadi bahan pertanyaan dan sumber keraguan bagi orang-orang awam!

Ini adalah sisi lain dari banyak dampak permasalahan, perhatikan tokoh ini dalam pandangan meraka, omonganya tidak lagi dipercaya, begitu juga ilmu dan nasehatnya. Pernah terjadi seseorang dari kalangan awam menyalahkan anak-anaknya yang ketinggalan solat subuh, lalu ia membentak salah satu dari mereka saat berusaha membangunkanya, anak itu berucap: Jangan ganggu aku, pergi dan beri nasehat syekh(imam) terlebih dahulu!  Dan memang imam mereka suka absen dari solat subuh berjamaah.


Sekarang mari kita masuk dalam pembahasan tentang sarana-sarana yang dapat membantu kita agar mudah untuk bangun menunaikan solat subuh:

1.       Sarana yang paling utama adalah bertaqwa kepada Allah SWT, memperhatikan perintah solat berjamaah. Apabilah seorang muslim memiliki perhatian terhadap perintah Allah terkait solat berjamaah, maka ia akan menemukan – dengan izin-Nya – kemudahan untuk bangun menunaikan solat subuh. Ini adalah sesuatu yang telah terbukti, seseorang yang tersibukan perhatianya dengan sesuatu, ia sering kali tidak akan nyenyak dalam tidurnya, ini sesuatu yang wajar, bahkan hal tersebut terjadi juga pada anak kecil, ketika ia dijanjikan akan diajak pergi tamasya di pagi hari, ia pasti bangun sebelum yang lainya, meski tidak ada seorangpun yang membangunkanya.
2.      Tidur di waktu awal (tidak larut malam), dan banyak orang yang mengetahui dengan detail batas waktu kapan ia harus tidur agar dapat bangun subuh, dan jika melampaui batas waktu tersebut ia pasti akan ketinggalan solat, maka dalam kondisi ini ia tidak boleh bergadang hingga melewati batas waktu yang dapat menyebabkanya jatuh ke dalam kelalaian dalam menunaikan kewajiban ini.
3.      Menggunakan alat-alat peringatan seperti alarm jam, handphone,dll. Namun ada sebagian orang yang karena terlalu nyenyak tidur hingga tidak dapat mendengar bunyi alarm, dan ada juga sebagian orang yang setiap kali mendengar bunyinya mematikanya tanpa kesadaran.
Dan ada beberapa cara untuk mengeraskan suara alarm, diantaranya:
Meletakanya di panci, atau membalikan panci dan meletakan alarm di atasnya, maka suaranya akan lebih tinggi. Begitu pula handphone, letakan dengan bel getar, dan taruh di atas panci, dan jika kamu di kamar dan kamu pakai panci yang yang melengkung-lengkung (tidak rata sisi-sisinya), maka bunyi suaranya akan menjadi seperti gempa, dan dapat membangunkan tetangga!
Adapun terkait orang yang suka secara tidak sadar mematikan alarm, maka bisa di atasi dengan memperbanyak alarm dan membedakan waktu bunyi masing-masing alarm, misalnya dengan memberi jarak antara masing-masing dengan beberapa menit, atau dengan cara mempencar tempat masing-masing alarm.

4.      Memanfaatkan teknologi pendingin pada musim panas. Sebagian AC dilengkapi dengan menu yang dapat mengatur waktu nyalah dan mati, dengan demikian dapat dilakukan setting mati satu jam atau beberapa jam sebelum waktu bangun yang diinginkan. Adapun AC yang tidak dilengkapi dengan teknologi ini, dapat ditambah dengan memasang alat kecil yang disebut dengan timer, caranya dipasang di dinding dapat dapat mengatur lama nyala AC selama dua belas jam, misalnya anda tidur jam satu malam, sedang anda ingin bangun jam tiga, maka letakan alat itu pada angka dua, sehingga Ac akan bekerja selama dua jam kemudian langsung mati setelah itu. Panas cukup dapat mengurangi tidur nyenyak meski mungkin masih belum dapat membangunkanmu sebelum bel alarm menyala.
5.      Dan diantara sarana-sarana untuk membangunkan adalah banyak minum sebelum tidur, dan tidak pergi ke toilet, niscaya rasa ingin buang air akan dapat membangunkanmu tanpa harus menggunakan jam alarm, dengan mencoba anda akan tahu kemanjuran cara ini, dan bagaimana cara ini dapat membantumu bangun pada waktu yang tepat.
6.      Terkadang manusia terpaksa harus bergadang karena suatu tuntutan, hingga ia merasa tidak akan dapat bangun pada waktu solat, maka solusinya adalah dengan merubah posisi tidur, atau merubah alas tidurnya, misalnya tidur di atas lantai tanpa alas, atau tanpa bantal di luar kamar tidurnya, dan begitu seterusnya selalu melakukan perubahan-perubahan yang dapat mengusir tidur yang nyenyak dan dapat meringankan proses bangun.
Inilah yang terlintas dalam benak sekarang, barangkali ada hal-hal yang terlintas dalam benak anda yang dapat menjadi point tambahan.
Wallahu a'lam semoga solawat dan salam senantiasa tercurah kepada Muhamad, keluarga dan sahabatnya. 

Penyusun Asy Syaikh Abdurrahman bin Shalih As Sudais 
Terjemah :  Muh. Lutfi Firdaus 
Editor : Eko Haryanto Abu Ziyad

Selasa, 05 Februari 2013

Memahami dan Mengamalkan Islam secara Kaffah

Memahami dan Mengamalkan Islam secara Kaffah

Bismillahirrahmanirrohim
Was sholatu was sholaamu 'ala Rosulillah, wa 'ala alihi wa ashabihi wa man tabi'ahum bi  ihsaniy ila yaumil qiyamah, 'amma ba'du....

Assalamu'alaikum Warahmatullahiwabarokatuh

“Yaa ayyuhaalladziina aamanuu udkhuluu fii ssilmi kaaffatan walaa tattabi'uu khuthuwaati sysyaythaani innahu lakum 'aduwwun mubiin”
“Wahai orang-orang yang beriman, masuklah kalian kepada Islam secara kaffah (menyeluruh), dan janganlah kalian mengikuti jejak-jejak syaithan karena sesungguhnya syaithan adalah musuh besar bagi kalian.” [Al-Baqarah : 208]
Betapa naifnya jika kita hanya menjadikan Masjid saja sebagai bukti bahwa kita ISLAM. atau mungkin hanya sekedar KTP kita yang ISLAM. Sedangkan sekolah, universitas, kehakiman, siaran radio, televisi, surat kabar, theater, bioskop, pasar, jalan raya, toko (usaha), rumah tangga dan lain-lain diserahkan urusannya untuk sekularisme. Tak mungkin manusia akan harmonis pula, apabila urusan aspek spiritual diserahkan secara khusus kepada pihak tertentu, seperti agama misalnya, sementara aspek material dan intelektual diserahkan pengurusannya secara khusus kepada pihak lain, seperti negara atau sekularisme misalnya. 
Memeluk dan mengamalkan Islam secara kaffah adalah perintah Allah Subhanahu wa Ta’ala yang harus dilaksanakan oleh setiap mukmin, siapapun dia, di manapun dia, apapun profesinya, di mana pun dia tinggal, di zaman kapan pun dia hidup, baik dalam sekup besar ataupun kecil, baik pribadi atau pun masyarakat, semua masuk dalam perintah ayat diatas: “Wahai orang-orang yang beriman, masuklah kalian kepada Islam secara kaffah (menyeluruh) Pada ayat yang sama, kita dilarang mengikuti jejak langkah syaithan, karena sikap mengikuti jejak-jejak syaithan bertolak belakang dengan Islam yang kaffah.

Sementara pada ayat yang lain, Allah Subhanahu wa Ta’ala juga menyebutkan tentang kebiasaan kaum Yahudi (Ahlul Kitab). Yaitu ketika Allah turunkan kepada mereka Kitab-Nya, Allah mengutus kepada mereka Rasul-Nya, mereka tidak mau mengimani,menjalankan, dan mengamalkan syari’at yang Allah Subhanahu wa Ta’ala turunkan secara kaffah. Ini adalah akhlak Yahudi. Allah Subhanahu wa Ta’ala menyatakan tentang mereka:
“ Apakah kalian ini mau beriman kepada sebagian Al Kitab (Taurot) sementara kalian tidak mau beriman, tidak mau mengamalkan dengan syari’at yang lainnya,tidaklah balasan bagi orang-orang yang berbuat seperti ini diantara kalian, kecuali kehinaan di dunia. Dan pada Hari Kiamat nanti mereka akan dikembalikan ke sekeras-keras adzab. Tidaklah Allah sekali-kali lalai dari apa yang kalian lakukan. ” (Al-Baqarah : 85).

Ayat yang kedua ini sebagai peringatan : Bahwa kita dilarang meniru akhlak dan cara kaum Yahudi dalam beragama. Yaitu mereka mau menerima syari’at Allah Subhanahu wa Ta’ala yang Allah turunkan dalam kitab Taurat atau disampaikan Rasul-Nya pada waktu itu jika syari’at tersebut tidak bertentangan dengan hawa nafsu mereka. Namun jika syari’at tersebut menurut pandangan mereka jika diterapkan dapat menghalangi kepentingan duniawi, kepentingan hawa nafsu dan syahwat mereka, atau tidak bisa diterima oleh akal logika mereka yang sempit, maka mereka tidak mau beriman dan mengamalkan syari’at Allah Subhanahu wa Ta’ala tersebut.

Barangsiapa yang berbuat seperti itu, maka sungguh balasannya adalah kehinaan didunia dan adzab di akhirat nanti lebih keras lagi. AllahSubhanahu wa Ta’ala tidak akan lalai terhadap apa yang kita lakukan ini.

Dua ayat dalam surah Al-Baqarah,yang pertama pada ayat ke 208, dan kedua pada ayat ke-185 merupakan dasar pembahasan kita pada topik ini.
Islam kaffah maknanya adalah Islam secara menyeluruh, dengan seluruh aspeknya, seluruh sisinya, yang terkait urusan iman, atau terkait dangan dengan akhlak, atau terkait dengan ibadah, atau terkait dangan mu’amalah, atau terkait dangan urusan pribadi, rumah tangga, masyarakat, negara, dan yang lainnya yang sudah diatur dalam Islam. Ini makna Islam yang kaffah.

Apakah sudah pernah ada penerapan Islam secara kaffah? Apakah pernah agama Islam ini, sejak awal diturunkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala hingga hari ini, pernahkah diterapkan secara kaffah ataukah belum? Islam sudah pernah diterapkan secara kaffah. Islam secara kaffah sudah pernah dipahami dan diamalkan oleh generasi terbaik umat ini, yaitu generasi para shahabat Nabi ridwanallahi ‘alahi jami’an baik secara zhahir maupun secara bathin.
- Secara zhahir : tampak dalam berbagai amalan mereka, baik dalam urusan ibadah, akhlak, maupun muamalah.
- Secara bathin : yakni dalam keikhlasan, kebenaran dan kejujuran iman, dan takwa. Semua itu telah diterapkan para shahabat Rasulullah Shallahu ‘alaihiwa Sallam di bawah bimbingan langsung Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam secara berkesinambungan dari hari ke hari, dari tahun ke tahun. Ayat demi ayat turun, surat demi surat turun untuk mereka dengan disampaikan dan diajarkan langsung oleh Rasulullah Shallahu ‘alaihi wa Sallam kepada mereka. Ketika turun ayat tentang ibadah, maka Rasulullah Shallahu ‘alaihi wa Sallam langsung mempraktekkan ayat tersebut, yakni mempraktekkan bagaimana cara beribadah yang dimaukan dalam ayat tersebut. Ketika turun ayat tentang iman, maka Rasulullah Shallahu ‘alaihi waSallam pun merinci makna yang terkait dengan iman tersebut. Semua itu beliau lakukan dalam hadist- hadistnya, dalam keseharian bersama para sahabat. Selama kurang lebih 23 tahun Rasulullah Shallahu ‘alaihi wa Sallam mendidik mereka di atas iman yang kaffah, Islam yang kaffah, ibadah yang kaffah, sampai akhirnya turunlah ayat:
“ Pada hari ini telah Ku-sempurnakan untuk kalian agama kalian dan telah Ku-cukupkan kepada kalian nikmat-Ku, dan telah Aku ridhai Islam itu jadi agama bagi kalian ” [Al-Ma'idah : 3]
Ayat ini turun menjelang wafatnya Rasulullah Shallahu ‘alaihi wa Sallam. Pada tanggal 9 Dzulhijjah ketika hajjatul wada’ (haji penghabisan/perpisahan) Rasulullah Shallahu ‘alaihi wa Sallam.
Ayat ini turun di padang ‘Arafah, yang kemudian para sahabat memahami bahwa Rasulullah Shallahu ‘alaihi wa Sallam akan berpisah dengan turunnya ayat ini. Mereka bersedih bahwa wahyu sudah akan segera berakhir.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman : ”Pada hari ini telah Ku-sempurnakan agama kalian dan telah Aku sempurnakan pula bagi kalian nikmat-Ku”, yakni nikmat Islam … sempurna pada hari itu “dan telah Aku ridhai Islam itu jadi agama bagi kalian” Islam yang mana yang Allah ridhai? Islam dengan syari’at yang mana yang telah Allah ridhai?
Jawabannya adalah : Islam ketika Rasulullah Shallahu ‘alaihi wa Sallam masih hidup menyampaikan ayat demi ayat kepada para shahabatnya, difahamkan oleh Rasulullah Shallahu ‘alaihi wa Sallam kepada mereka, kemudian difahami oleh para shahabat dan diamalkan oleh mereka, demikian terus sampai turun ayat Al-Maidah : 3 ini.
Itulah Islam kaffah, islam yang diridhai oleh Allah ‘Azzawa Jalla. Itulah bentuk Islam yang Allah Subhanahu wa Ta’ala rela sebagai agama. Itulah bentuk pamahaman Islam yang telah diridhai oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala. Yakni bentuk iman, bentuk ibadah, bentuk mu’amalah, serta bentuk akhlak yang ada pada hari itu.

Bisa kita simpulkan, bahwa Islam kaffah, yang telah bersifat menyeluruh dari seluruh aspeknya, adalah Islam yang telah diterima oleh para shahabat secara langsung dari Rasulullah Shallahu ‘alaihi wa Sallam dan mereka amalkan di bawah pengawasan Rasulullah Shallahu ‘alaihi wa Sallam, bahkan pangawasan ilahi langsung. Kalau ada sesuatu yang tidak benar atau salah, maka turun ayat mengingatkan tentang suatu peristiwa, atau turun ayat lagi merinci permasalahan tersebut. Pengawasan langsung dari langit yang ke tujuh, yakni pengawasan langsung dari Allah Subhanahu wa Ta’ala yang menurunkan syari’at ini.
Oleh karena itu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Sebaik- baik generasi adalah generasi di mana Aku berada di sana.” Maksudnya sebaik-baik dalam hal apa? Dalam seluruh urusan agama, akhlaknya para shahabat terbaik, imannya juga yang terbaik. Ibadahnya, baik tingkat kualitas maupun tingkat kuantitas, para shahabat adalah yang terbaik. Karena Rasulullah Shallallahu ‘alaihiwa sallam tegas menyatakan, bahwa sebaik- baik generasi adalah generasi di mana Aku berada disitu.
Itulah sekelumit tentang pengertian Islam kaffah, dan dengan ini pula kita mengetahui pula jawaban yang dikemukakan tadi (apakah pernah Islam dipahami dan diterapkan secara kaffah?), maka jawabannya adalah pernah dan pasti pernah. Oleh karena itu, kita diperintahkan dalam syari’at ini, baik dalam Al-Qur’an maupun dalam sunnah Rasulullah Shallahu ‘alaihi wa Sallam, untuk senantiasa kembali kepada jejak mereka. Bagi yang ingin memahami Al-Qur’an, janganlah memahami Al-Qur`an dengan logika kita semata. Maka kembalikanlah pemahaman Al-Qur’an itu kepada generasi terbaik tersebut, yang lebik dari kita dari semua sisinya. Ketika orang hendak menerapkan sunnah Rasulullah Shallallahu ‘alaihiwa sallam, harus menengok bagaimana para shahabat menerapkannya.

Penerapan Islam secara kaffah adalah suatu kewajiban yang Allah Subhanahu wa Ta’ala perintahkan kepada hamba-hamba-Nya kaum mu’minin. Ini merupakan keharuskan yang tidak bisa ditawar-tawar lagi oleh setiap individu mu’min, bahwa dia harus menerapkan Islam secara kaffah, siapapun dia, apapun profesinya. “Masing-masing kalian adalah pemimpin, dan masing- masing kalian akan dimintai pertanggunjawaban atas apa yang dipimpinnya.” ). Seorang kepala rumah tangga juga berlaku atasnya perintah yang Allah Subhanahu wa Ta’ala sebutkan dalam surat Al-Baqarah ayat 208 “Wahai orang-orang yang beriman masuklah kalian ke dalam islam secara kaffah (menyeluruh)… .” [Al-Baqarah ayat 208] juga “Wahai orang- orang yang beriman, bentengi diri kalian dan keluarga kalian dari adzab neraka.” [At-Tahrim : 6] Demikian juga seorang istri, ayat tersebut berlaku juga atasnya. “Wahai orang-orang yang beriman masuklah kalian ke dalam islam secara kaffah (menyeluruh)… .” [Al-Baqarah ayat 208] juga “Masing-masing kalian adalah pemimpin, dan masing- masing kalian akan dimintai pertanggungjawaban atas apa yang dipimpinnya.” ) “… seorang wanita (istri) itu sebagai penanggungjawab atas rumah suaminya serta putra-putrinya dan sekaligus dia (istri) tersebut akan dimintai pertanggungjawaban.” Istri punya kewajiban terkait dengan suami. Syari’at telah menyebutkan, baik Al-Qur’an maupun As-Sunnah, berbagai kewajiban tersebut, maka kaum wanita wajib mengetahuinya. Terkait urusan rumah tangga saja, masih banyak kaum wanita muslimah yang belum tahu dan mengerti tentang Islam dengan benar. Jangankan secara menyeluruh, terkait dengan kewajiban di rumah tangga saja, masih banyak perkara dia tidak mengerti. hal ini perlu diperbaiki.

Bagaimana dengan kita yang sebagai suami, pimpinan perusahaan, manager, operator, jaksa, menteri, presiden, perdana menteri, politikus, guru, dosen, sekretaris, direktur, dan lain sebagainya apakah sudah menjalankan islam secara kaffah??? Jawabannya ada pada diri kita masing-masing.

Keterkaitan masalah islam kaffah dengan umat dan kehidupan bernegara
Umat Islam sekarang ini sedang mengalami berbagai krisis dengan berbagai bentuknya. Mengalami kemerosotan di berbagai bidang. Umat Islam mengalami kemerosotan dalam bidang ibadah,sehingga setiap hari semakin banyak orang yang dengan terang-terangan tidak mau shalat. Semakin hari akhlaq kaum muda-mudi muslimin dan muslimat semakin jauh dari bimbingan Islam, cenderung meniru dan mengekor kaum kuffar. Begitu pula keamanan negeri kita semakin hari semakin tidak menentu, semakin tidak jelas arahnya. Begitu juga masyarakat mengeluh terkait dengan perekonomian mereka. Terasa setiap hari semakin sempit rezki atau perekonomian ummat ini tidak barakah, semakin hari kita menyaksikan hal yang seperti ini. Dari sisi aqidah, kaum muslimin juga mengalami kemerosotan. Semakin bermunculan berbagai aqidah yang bertentangan dengan aqidah Islam yang haq. Ahmadiyah semakin berani, Syi’ahnya juga semakin terang-terangan menyebarkan kebatilannya. Komunis pun berani sekarang, dan buku-buku komunis sudah ada di toko-toko buku. Paham liberalisme juga seperti itu, terus dijejelkan di tengah-tengah ummat ini kepada putra-putri muslimin.

Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam surat Al-A’raf ayat ke-96:
“Kalau seandainya penduduk-penduduk negeri tersebut mau beriman dan bertaqwa kepada Allah maka pasti Kami akan bukakan untuk mereka pintu-pintu barakah dari langit dan bumi”. Apa syarat nya yang harus kita penuhi agar kita mendapati pemenuhan janji Allah? Tidak lain adalah dengan ber-islam secara kaffah.

Jadi, yang dikehendaki Allah dalam surat 2;208 ini adalah: kembalinya kita dalam memahami dan menerapkan syariat islam seperti Rasulullah dan para sahabat beliau menerapkanya Dalam kehidupan pribadi, keluarga, masyarakat dan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Demikianlah yang dimaksudkan masuk islam secara keseluruhan/totalitas/kaffah.
Wallahu a'lamu

Wassalamu’alaikum warahmatullahiwabarakatuh.

Sabtu, 15 Oktober 2011

Selamat ulang tahun Anakku...


















Selamat ulang tahun Anakku....

Alhamdulilah 5 tahun usia Rafie.

Terimakasih ya Allah, terimakasih mama linda dan keluarga besarnya.
Terimakasih keluarga Jiddah, ami macky purwakarta, hazim jkt, ayek, mama fahri, aba adek.. serta om-om dan tante2 semua..

Di Usiamu yang menginjak 5 tahun ini, Kini engkau sudah banyak dan sedang mencoba belajar menikmati smua yang di capai.

Setiap hari harus selalu bangun jam 06.30 , melakukan rutinitas pagi, pergi sekolah dan pulang kembali ke rumah jam 12,00.

kami menikmati : keluhanmu ketika harus bangun pagi dan omelannya kalau disuruh mandi, atau ganti baju yang leletnya minta ampun, atau sering memarahi adikmu yg sering menggodamu kalau mau pergi sekolah..

- Engkau sudah mengerti akan adanya Allah disisi kita... (walau sholatmu jarang2)

dan kami menikmati : caramu membaca doa2 pendek, serta selalu menerapkan apa yg diajarkan guru disekolah..

menurut ibu Tia (bu guru) rafie lumayan pintar, banyak doa, angka, huruf yg sudah dihapal. trus belum mau bermain kalau makanan belum habis, terkadang tertinggal alat tulisnya, tertinggal termpat minum/ makan atau tertinggal buku pelajaran di kelas.

Jadilah kami menikmati : keluhannya ketika mlihat si adik asyik bermain dengan mainannya, menikmati kejengkelannya ketika adik tdk mau mengikuti cara dia bermain. tentu saja keseringannya diakhiri dengan omelan panjang, rebutan sampai bahkan linangan air mata salah satu.

kami menikmati juga : ketika baba pulang harus membawakan kalian hadiah / oleh2 walau hanya sekedar coklat atau mainan. bahkan rafie memohon dengan mencium tangan baba untuk bisa pake hp baba untuk bermain game kesayangannya Angry birds.

yang pasti saat baba lelah, stress dan merasakan beban terlalu berat.........maka melihat kalian tersenyum sehat bisa melepas smuanya, terbesit sesaat terbayang masa depan kalian.......

untuk ultah nya yg ke 5 ini baba dan mama mengucapkan ......Selamat Ulang Tahun Nak.........
Terimakasih atas usahamu untuk membantu kami sehingga semuanya terasa menjadi lebih mudah.

Semua yang di capai Rafie tak lepas dari bantuan keluarga besar semua, pengalaman2 yang patut di contoh, saran yang layak di pertimbangkan, Bahkan trik trik jitu yang berulang kali telah dicoba…..

Terimakasih

Baba dan mama

Kamis, 16 Juni 2011

Bang Toyib ohh Bang Toyib,..

Bang Toyib ohh Bang Toyib,..

oleh :  Taufik 'vicky' Yusuf

   Tiga hari yang lalu,ane denger lagu bang toyib versi dangdut (emang ada berapa versi,.hehehe,.) lagu ini katanya dinyanyiin ma Ade Irma (ane g tau yang mana tuh orangnya).. lagu itu emang enak didenger,pas buat goyang pecinta dangdut,. tapi,klo dipikir-pikir, Hmmm,..pake gaya bicara detektif wendi cagur "hmm,..saya melihat ada sesuatu yang ganjil di sini" hehe,..apaan sih pak,...gini loh,..


1.Toyib berasal dari bahasa arab yg artinya Baik,..kenapa si bang Toyib di lagu ini di gambarkan sebagai laki-laki tidak bertanggung jawab,meninggalkan istri dan anak-anaknya bahkan sampai 3x puasa,klo udah puasa ya lebaran jadi 3 tahun lamanya istri dan anaknya ditinggal begitu saja ,.. hiks,.hiks,..
maksud ane kenapa judulnya bang toyib?? kenapa gak bang Tega,bang Sadis atw nama lain contoh : bang peter,bang david,bang george,bang bill,bang kim jong,bang ko tien,dan bang-bang lainnya,...

2.lagu ini adalah duplikat dari qasidah Yaa Thaybah  yang sering dibawakan di acara-acara islami,..pernah di bawain sulis ft haddad alwi juga,.nih sedikit liriknya :

Ya Thoybah Ya Thoybah
Ya Dawal Ayaana…
Isytaqnalik (Wal Hawa Nadaana 2x)

 Ya ’Ali Yabn Abi Tholib
Minkumul Masdarul Mawahib
Ya Turo Hal ’Uro Li Haajib
’Indakum (Afdholul Ghilmana 2x)

tapi,tau gak anda-anda semua,..apa yang terjadi sekarang klo qasidah ini dibaca dan disenandungkan dalam acara-acara islami,.. begini nih jadinya :

Panggung : Ya Thoybah Ya Thoybah,. Ya Dawal Ayaana,. Isytaqnalik (Wal Hawa Nadaana 2x)
Hadirin :  Bang Toyib,Bang Toyib,.Mengapa tak pulang-pulang? Anakmu - anakmu panggil2x namamu,. 


Nah lho,.. klo ud gini,.acara jadi agak ricuh,. Walaupun gak semua sih,.. biasanya klo ada yang hadir anak belasan tahun dan Abg (apa bedanya yah?) so,mungkin bisa jadi lama-lama qasidah yaa thoybah jarang dibaca dan disenandungkan lagi,..kita pun jarang mendengarnya lagi,. Akhirnya,.. qasidah tersebut hanya menjadi sejarah dan lenyap dikalahkan lagu “bang toyib”..

3.Qasidah Yaa Thoybah adalah qosidah memuji keagungan Baginda nabi Muhammad SAW beserta keluarganya yakni putri,menantu dan cucu-cucunya,..hmm,.. kontradiktif sekali dengan lirik lagu bang toyib,..seandainya lirik lagu bang toyib di ubah menjadi pria yang baik gimana,.. gini nih :
Bang Toyib,Bang Toyib,.kau suami setia,. Anakmu dan aku sangat cinta padamu,.”
“Bang Toyib,Bang Toyib,.Figur ayah teladan.. Anakmu dan aku sangat sayang padamu,.”

Cukup sekian dari ane,.. sebenarnya ane pengen nulis di blog,.. cuma agak ribet kayanya,..ntar deh ane belajar lagi,.

and t o be continued :

Kamis, 09 Juni 2011

Jika Anak anda????

Jika anak banyak dicela (Ia akan terbiasa menyalahkan)
Jika anak banyak dimusuhi (Ia akan terbiasa menentang)
Jika anak dihantui ketakutan (Ia akan terbiasa merasa cemas)
Jika anak banyak dikasihani (Ia terbiasa meratapi nasibnya)
Jika anak banyak dikelilingi olok olok (Ia akan terbiasa menjadi pemalu)
Jika anak dikitari rasa iri (Ia akan terbiasa merasa bersalah)
Jika anak serba dimengerti (Ia akan terbiasa menjadi penyabar)
Jika anak banyak dipuji (Ia akan terbiasa menghargai)
Jika anak diterima oleh lingkungannya (Ia akan terbiasa menyayangi)
Jika anak tidak banyak dipersalahkan (Ia akan senang menjadi dirinya sendiri)
Jika anak mendapat pengakuan dari kanan kiri (Ia akan terbiasa menetapkan langkahnya)
Jika anak diperlakukan dengan jujur (Ia akan banyak melihat kebenaran)
Jika anak mengenyam rasa aman (Ia akan mempunyai orang disekitarnya)
Jika anak dikerumuni keramahan (Ia akan terbiasa berpendirian)
..... BAGAIMANA ANAK ANDA?^_^

Tips keren agar tikus tidak betah di rumah anda

Tikus memang menjengkelkan (apalagi tikus-tikus kantor… :lol: ), selain keberadaannya yang memang sudah menggangu (tentu tidak mengganggu jika keberadaanya di habitat yang benar) sering juga bikin jengkel. tikus sendiri mempunyai reputasi sebagai hewan yang rakus (kalau istilah jawanya nggragas, apalagi tikus kantoran…wkekekek) karena tak jarang baju atau kain pun jadi sasarannya. untuk itu pada postingan kali ini saya akan memberikan tips yang keren buat ngusir atau membuat tu tikus-tikus tidak betah di rumah anda (kalau tikus kantoran tanya bapak-bapak kapak ajad dhe…eh..KAPEKA termasuk tikus bukan ya..?. ni tips termasuk manjur, yang buat aja Joseph Garner, pofessor bos. kalau ga manjur kita timpukin aja tu professor..h he he
1. Tikus tidak akan muncul kecuali ada undangan dari Anda. Enggak percaya? Coba ingat-ingat, apakah Anda pernah membiarkan pintu dapur atau pintu samping terbuka. Atau, membiarkan sampah makanan berserakan di dapur, atau lupa merapikan peralatan. Sebaiknya, Anda juga tidak menimbun barang-barang di bawah meja dapur (di dapur kotor). Tikus rumah menyukai tempat yang hangat untuk bersarang.
2. Tikus memilih apa yang sudah mereka makan. Jika Anda mendapati bahwa mereka mengunyah sisa makanan di tempat sampah Anda, tak usah repot menyiapkan keju untuk jebakan tikus yang Anda pasang. Siapkan saja ikan asin atau sisa perkedel.
3. Tikus adalah binatang yang membosankan. Buktinya, mereka selalu menyusuri rute yang sama berulang kali. Letakkan perangkap tikus di tempat-tempat di mana Anda pernah melihat mereka berkeliaran.
4. Tikus gemar bersarang. Anda bisa memberi umpan di perangkap dengan dental floss, karena mereka akan berpikir hal itu merupakan bahan untuk bersarang.
5. Tak perlu bersikap “berperikebinatangan” terhadap mereka. Misalnya, setelah berhasil menangkap seekor tikus, Anda melepaskannya. “Tikus itu pasti akan dimangsa oleh binatang yang lebih hebat, entah itu kucing, burung, atau bahkan tikus lainnya.
he he he..slamat mencoba

Tips Merawat Baterai Android

Pada umumnya Umur dari baterai lithium ion dapat yang kita temui di ponsel, PDA, UMPC dan komputer notebook kekuatan baterainya tidak terbatas, Namun, seperti yang saya katakan diatas tadi anda dapat membuatnya lebih lama. Inilah Tips Merawat Baterai Android Agar bisa bertahan lebih lama.

1. Gunakan Selalu dalam keadaan Full
Maksutnya adalah, jika ingin menggunakan HP pintar anda, biasakan memulainya dengan Full Baterai, karena Baterai akan menjadi usang atau rusak jika anda memaksakan menggunakan dalam kondisi baterai kurang Full, jadi biasakan untuk Full, dan Cas kembali saat hampir LowBet.

2. Cas 12-16 Jam saat awal pembelian
Baterai HP pintar anda bisa dibilang tida murah, oleh karena itu sayang jika menyia nyiakan baterai Android anda Soak, dari Berita yang saya baca, Saat pertama kali ingin menggunakan, Matikan HP anda dan Cas selama 12-16 Jam.

3. Perhatikan Selalu Suhu
Mengapa selalu memperhatikan Suhu Baterai Anda.? Suhu panas ataupun Dingin bisa membuat baterai anda menjadi Soak,atau cepat lowbet, terutama saat anda bermain Game, atau saat anda mengakses Internet, jangan buat Baterai anda menjadi terlalu panas, karena itu bisa membuat Baterai HP Pintar Anda menjadi tidak tahan lama, atau Soak :)

4. Matikan Saat ingin Mencas HP
Ya hal ini terkadang diabaikan oleh teman teman sekalian, tapi hal simple ini bisa membuat baterai anda lebih tahan lama

5. Tunggu sampai Full lalu cabut
Maksutnya, seperti poin pertama diatas, gunakan selalu dalam keadaan Full, dan juga seperti poin 4, biasakan matikan HP terlebih dahulu sebelum anda mencas HP anda, jangan cabut sebelum Full, karena itu bisa berakibat buruk bagi HP anda :) .
Ya Itulah 5 Tips merawat Baterai Android anda Agar bisa bertahan lebih lama. Maaf bahasanya agak belepotan, Semoga Bermanfaat.