Minggu, 19 April 2015

Hadits tentang kemuliaan Bulan Rajab tidak ada yg shahih, lantas??

Hadits-hadits tentang kemuliaan bulan rajab ini tidak ada yg shahih, demikian hal yang selalu diulang ulang oleh kalangan penentang untuk menuduh sesat aswaja.
Ketahuilah ! memang sebagian besar adalah dhoif, namun hadits dhoif tidaklah sama dengan hadits palsu, inilah yang kurang difahami oleh segelintir orang zaman sekarang. Di Pikirnya hadits dhoif itu sama dengan hadits palsu. Pendapat seperti ini menunjukkan sebenarnya mereka itu tidak paham dengan hadits.
yang dilarang digunakan itu adalah hadits palsu bukan hadits dhoif.
Dalam muqadimah kitab Al Arba’ain An Nawawiyah, Imam Nawawi menyebutkan bahwa dibolehkan dan disunnahkan mengamalkan hadits dhaif dalam masalah fadhail, yang tidak boleh adalah jika hadits dhoif digunakan untuk membahas halal dan haram, sifat Allah dan aqidah, sedangkan untuk Fadhailul Amal adalah boleh.
Selain Imam Nawawi, Imam Ibnu Katsir pun menyetujuinya.
Ibnu Katsir berkata: ‘Dan boleh meriwayatkan (hadits dhoif) selain hadits maudhu’ (palsu) pada bab targhib (stimulus/anjuran) dan tarhib (ancaman), kisah-kisah dan nasehat, dan yang seperti itu, kecuali pada sifat-sifat Allah ‘Azza wa Jalla dan pada bab halal & haram” (Al-Ba’its al-Hatsits Syarh Ikhtishar ‘Ulum al-Hadits halaman 85)
Bahkan Imam Bukhari pun pernah menjadikan hadits dhaif untuk hujjah. Ini bisa dilihat dari kitab beliau Al Adab Al Mufrad, yang bercampur antara hadits shahih dan dhaif. Dan beliau berhujjah dengan hadits itu, mengenai disyariatkannya amalan-amalan.
Dalam hal ini Imam Ibnu Hajar Al Asqalani mengomentarinya :
"Saat menyebutkan perawi bernama Muhammad bin Abdurrahman At Tufawi, yang oleh Abu Zur’ah dikatakan “mungkarul hadits”,
dikatakan bahwa dalam Shahih Al Bukhari ada 3 hadits yang diriwayatkan oleh perawi tersebut dan semuanya dalam masalah riqaq (hadits akhlak dan motifasi), dan ini tergolong gharaib dalam Shahih Al Bukhari.
Ibnu Hajar mengatakan,”Sepertinya Bukhari tidak memperketat, karena termasuk hadits targhib wa tarhib”.
yang penting tidak terlalu dhaif..
Jadi meski hadits hadits tentang kemuliaan bulan rajab ini tidak ada yg shahih, sebagian besar adalah dhoif, namun bukan berarti kita lantas menafikan kemuliaan di bulan rajab,
KARENA TAK SATU PUN PARA MUHADDITS YANG MENGHARAMKAN PUASA DI BULAN RAJAB.
Cukup aneh memang jika Puasa di larang, atau puasa di bulan rajab di anggap menyelisihi sunnah.
Mengenai Puasa Rajab ini secara jelas Imam Nawawi sudah menjawab :
ولم يثبت في صوم رجب نهى ولا ندب لعينه ولكن أصل الصوم مندوب إليه وفي سنن أبي داود أن رسول الله صلى الله عليه وسلم ندب الى الصوم من الأشهر الحرم ورجب أحدها
"Tak ada ketentuan jelas yg menguatkan pelarangan puasa pada bulan rajab, tidak pula keterangan sunnah melakukannya, akan tetapi asal dari ibadah puasa adalah sunnah, dan pada riwayat sunan Abu Dawud baha Rasulullah saw mensunnahkan puasa di bulan haram, dan Rajab adalah salah satu dari bulan haram".
maka jelaslah sudah bahwa sunnah berpuasa di bulan rajab, dan segenap bulan haram (bulan haram adalah 3 bulan berturut turut dan 1 bulan terpisah, yaitu : Dzulqaidah, Dzulhijjah, Muharram dan Rajab)
maka merupakan kemungkaran bagi yg mengharamkannya, karena sebagaimana dijelaskan oleh Al hafidh Imam Nawawi bahwa hal ini tidak ada dalil yg melarangnya, maka sunnah berpuasa di hari hari yg tidak diharamkan puasa padanya seperti hari Ied.
pengingkaran akan hal ini adalah mungkar, bila sekelompok muslimin ingin berpuasa di bulan rajab maka tak ada satu dalilpun yg melarangnya, karena puasa itu bukan untuk memuliakan berhala, tapi ibadah karena Allah swmata.
hal yg sangat menyedihkan, sebagian besar muslimin berpuasa di bulan rajab, sebagian lain tak perduli, dan sebagian lainnya sibuk melarang yg berpuasa,
kelompok ketiga inilah yg berbahaya, melarang orang muslim beribadah karena Allah, berpuasa karena Allah, sudah jelas kemungkaran muslimin semakin banyak bermaksiat, maka muncul pula kelompok yg mengharamkan apa apa yg tak diharamkan Allah swt.
إن أعظم المسلمين في المسلمين جرما من سأل عن شيء لم يحرم على المسلمين فحرم عليهم من أجل مسألته
Sabda Rasulullah saw : “Sungguh sebesar besar kejahatan muslimin pada muslimin lainnya, adalah yg bertanya tentang hal yg tidak diharamkan atas muslimin, menjadi diharamkan atas mereka karena pertanyaannya”
(shahih Muslim hadits no.2358).

Amalan Bulan Rajab:
1. Barangsiapa yg b'Puasa tgl 1, 2, 3 Rajab maka Pahalanya mendapatkan keridhaan serta kemuliaan disisi ALLAH TA'ALAA
2. Barangsiapa yg b'Puasa 5 hari maka Doanya akan di Qobulkan ALLAH TA'ALAA
3. Barangsiapa yg berpuasa 7 hari maka akan diTutup 7 Pintu Neraka
4. Barangsiapa yg berpuasa 8 hari maka diBukakan 8 Pintu Surga
5. Barangsiapa yg berpuasa 15 hari maka diampuni Dosa dosa yg lalu & mengganti Kejahatannya dgn Kebaikan d'Sisi ALLAH TA'ALAA
6. Barangsiapa yg berpuasa tgl 27 Rajab maka Pahalanya seperti 5 Tahun berpuasa
7. Barangsiapa mengingatkan Muslim lain tentang Amalan ini, seakan Ibadah 80 Tahun
Membaca:
RobbighfirLi Warhamni Watub Alayya (70x tiap Pagi & Sore)
tgl 1 s/d 10 Rajab
Membaca: SubhaanaLLahiL HayyiL Qoyyum (100x)
Tgl 11 s/d 20 Rajab
Membaca: SubhaanaLLahiL Ahadish'Shomad (100x)
tgl 21 s/d 30 Rajab
Membaca: SubhaanaLLahir Rouuf (100x)
Membaca Surat AL-IkhLas (11x)
Membaca: Ahmadu Rasulullah wa'Muhammadu Rasulullah (35x d'Hari Jum'at terakhir Bulan RajaB)
Sabda RASULULLAH SAW:
" Pada Malam MI'RAJ, Saya (SAW) melihat Sungai yg Airnya lebih Manis dari Madu, lebih Sejuk dari Air Batu, lebih Harum dari Minyak Wangi & Saya (SAW) berkata kpd JIBRIL AS"
Wahai JIBRIL, untuk Siapakah Sungai ini..?
maka JIBRIL AS menjawab:
Sungai ini adalah untuk Umat-Mu yg berShalawat kepada-Mu diBulan RAJAB
NAWAITU SHAUMA RAJAB LILLAHI TA'ALAA
(Saya Niat Puasa Sunnah Rajab karena LILLAHI TA'ALAA).
Semoga bermanfaat dan silahkan di share / di amalkan...

Rabu, 11 Maret 2015

Umrah Februari 2015

Alhamdulilah ditahun 2015 ini, saya mendapatkan kesempatan berkunjung ke rumah Allah. Dipanggil Allah ke Baitullah diumur saya yang sekarang ini adalah pengalaman luar biasa karena bisa menapak tilas berkembangnya agama Islam pertama kali secara langsung.
Khususnya merasakan kerasnya kehidupan Rasulullah dalam menyebarkan agama Islam dan memperbaiki akhlak manusia 14 abad yang lalu.
Saya mendaftar pada bulan Desember 2014 di salah satu tour & travel dari Jakarta melalui perwakilan di Palembang bernama Arminareka Perdana bersama beberapa orang ustad.
Alhamdullilah semenjak saya bergabung melalui solusi mempermudah jamaah untuk bisa ke Baitullah dari Travel Arminareka Perdana, yang akhirnya saya mendapatkan rezeki dari mengajak beberapa jamaah, sehingga pada bulan Februari 2015 saya mendapatkan kesempatan untuk bisa booking seat untuk melaksanakan Umrah.
Melalui Arminareka Perdana inilah yang membimbing rombongan kami saat beribadah di Baitullah.
Kami dengan 505 jamaah Armina (satu pesawat) menggunakan maskapai Lion Air Boieng 747-400 langsung ke Jeddah tanpa transit. Total perjalanan adalah kurang lebih 9 jam.




Tempat pertama yang kami datangi adalah Jeddah. Jeddah berjarak 6 jam dari Madinah. Sekitar pukul 6 sore kami datang ke Jeddah dan melanjutkan perjalanan ke Madinah menggunakan bus. Sampai di Madinah sekitar pukul 12 malam, dan pukul 1 malam sudah bisa masuk hotel. Hotel saya di Madinah bernama Al Eiman Toyibah, berjarak 150 meter dari masjid Nabawi. Kota Madinah merupakan kota yang banyak dikelilingi oleh bukit bukit berbatu. Tata kota nya tidak begitu teratur karena sudah banyak hotel yang dibangun disana-sini. Yang menjadi magnet tentu saja Masjid Nabawi, maka tak heran disekitar situ ramai oleh toko-toko serta pedagang kaki lima.

Beribadah di Masjid Nabawi maka akan dilipat gandakan pahalanya 100 kali. Oleh sebab itu disini tidak pernah sepi oleh para jamaah dari seluruh dunia. Sejauh mata memandang bisa dibagi menjadi orang Arab, India dan Melayu. Bila dibandingkan dengan negara lain, memang orang melayu memiliki postur tubuh yang kecil, sehingga rawan 'terdesak' oleh badan-badan orang lain. Karena disini mendapatkan tempat sholat didalam masjid sangatlah susah menjelang sholat dimulai. Oleh sebab itu setiap lima waktu sholat selalu merapatkan shaf untuk memberi tempat bagi jamaah lain, selain memang sesuai dengan cara Nabi Muhammad SAW.


Selama 4 hari di Kota Madinah, kami habiskan untuk beribadah disini. Usahakan pergi ke masjid 2 jam sebelumnya agar bisa dapat tempat didalam masjid. Jika telat maka cuma bisa sholat dipelataran masjid saja, yang walaupun cukup tapi cukup dingin hawanya. Oiya, disini ada banyak tempat wudhu, namun letaknya cukup jauh dari tempat sholat, sehingga ada baiknya menjaga wudhu selama di masjid. Pada hari ke 3 saya berkesempatan city tour di kota Madinah. Yaitu mengunjungi tempat-tempat bersejarah di Kota Madinah ini.


bersambung.....






Sabtu, 17 Januari 2015

Jangan pandang rendah mereka yang belum ke Majelis

Sahabat..! Jangan pandang rendah mereka yang belum ke Majelis… belum ke masjid… belum ke surau atau ke tajug……dikarenakan engkau sekarang telah akrab dengan tempat tempat tersebut…. Sedikit mengukur, jangan lupakan masa lalumu…. Tapi doakan mereka agar menjadi seperti engkau sekarang… agar akrab dengan tempat-tempat yang engkau senangi sekarang……
Ingatlah nasehat Syeikh Amru Khalid, Seorang Ulama dari Mesir :
Nasihat saya untuk Anda adalah: mulailah membuka lembaran baru bersama mereka dan pergaulilah mereka dengan penuh kelembutan... Sayangilah mereka, dan janganlah mendoakan mereka dengan kejelekan, tetapi doakanlah mereka agar mendapat hidayah sebagaimana Allah memberi hidayah kepada Anda.
Belajarlah dari kasih sayang seorang mukmin dalam surat Yasin, yang selalu mendakwahi kaumnya akan tetapi mereka membunuhnya. Dikatakan (kepadanya), "Masuklah ke surga." (Yasin : 26). Kalimat pertama pada ayat tersebut dikatakan, "Ia berkata, 'Alangkah baiknya sekiranya kaumku mengetahui,'..." (Yasin : 26).
Astaghfirullah.. Robbal barooyaa….
Astaghfirullah minal khothooyaa…..
aduuh alangkah hinanya diri ini, yang sering kali merasa lebih baik, lebih suci, hingga meremehkan dan menghina mereka yang bermaksiat. Padahal dahulu, diri ini lebih hina dari mereka jika saja kemudian Allah tidak memberikan hidayah.
Ya Allah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang..
ampuni hamba..
lindungi hamba dari segala penyakit hati.. Aamiin
Orang yang paling mulia di sisi Allah SWT

Dalam riwayat Hadist dinyatakan, ketika itu Baginda Rasulullah sedang duduk berkumpul bersama para Sahabat2 Baginda. Diantaranya ialah Abu Bakar, Umar, Ustman, Ali, dan lain-lain.

Baginda SAW bertanya kepada para Sahabat ;
“Tahukah Kalian siapa diantara hamba Allah yang paling Mulia di sisi Nya..??”

Tiba-tiba salah seorang Sahabat berkata ;
“Para Malaikat Ya Rasulullah.”

Kemudian Nabi Muhammad berkata ;

“Ya, Mereka Mulia.
Mereka dekat dengan Allah dan mereka senantiasa
bertasbih dan beribadat kepada Allah,
tentulah mereka Mulia, akan tetapi bukan itu yang aku maksudkan.”

Para Sahabat pun terdiam lalu berkata ;
“Sudah tentulah para Nabi Ya Rasululullah.”

Baginda menjawab ;
“Ya, sudah tentulah mereka Mulia, Mereka utusan Allah.
Bagaimana mungkin mereka tidak Mulia,
akan tetapi ada lagi yang lebih mulia.”

Sahabat2 pun terdiam kembali, lalu berkata ;
“Adakah itu Kami Ya Rasulullah..?
Adakah kami yang mulia Ya Rasulullah..??”

Baginda Rasulullah memandangi wajah para sahabat
satu-persatu lalu tersenyum.
Baginda berkata ;
“Sudah tentulah kalian semua Mulia.
Kalian semua dekat dengan aku. Kalian membantu perjuanganku.
Bagaimana mungkin kalian semua tidak mulia.
Sudah tentulah kalian mulia, tetapi ada lagi yang lebih mulia.”

Para Sahabat pun terdiam dan tidak berkata apa-apa.

Tiba2 Baginda SAW menangis di hadapan Sahabat2,
Rasulullahmengangkat wajahnya,
sambil air mata berlinangan membasahi pipinya Baginda, seraya bersabda :
“Mereka adalah manusia-manusia yang lahir jauh setelah kewafatan ku.
Mereka mencintai Allah, walaupun mereka tak pernah melihat wajah ku.

Mereka tidak pernah memandang ku,
dan merka tidak pernah melihat wajahku seperti kalian semua tapi
MEREKA SANGAT MENCINTAIKU”

“Merekalah yang Mulia,
MEREKALAH UMMATKU..!!”

Subhaanallaah..
Dengarlah wahai sahabatku sekalian,
Betapa Cintanya Rasulullallah kepada umatnya,

Rasulallah SAWpun telah bersabda yang mmaqsudnya;
“Didiklah anak-anak kamu atas dasar  tiga sifat, Yaitu ;
Tanamkanlah Cinta terhadap Nabi mereka,
Cintakan terhadap keluarga Nabi
dan membaca Al Qur’an.”

(At-Tabrani)

Sabtu, 22 Maret 2014

13 Perkara mengenai Rasullulah Sebagai pengajaran

1) Kalau ada pakaian yang koyak, Rasulullah menampalnya sendiri tanpa perlu menyuruh isterinya. Beliau juga memerah susu kambing untuk keperluan keluarga mahupun untuk dijual.

2) Setiap kali pulang ke rumah, bila dilihat tiada makanan yang sudah siap di masak untuk dimakan, sambil tersenyum baginda menyinsing lengan bajunya untuk membantu isterinya di dapur. Sayidatina 'Aisyah menceritakan 'Kalau Nabi berada di rumah, beliau selalu membantu urusan rumahtangga..

3) Jika mendengar azan, beliau cepat-cepat berangkat ke masjid, dan cepat-cepat pula kembali sesudah selesai sembahyang.

4) Pernah baginda pulang pada waktu pagi. Tentulah baginda teramat lapar waktu itu. Tetapi dilihatnya tiada apa pun yang ada untuk sarapan. Yang mentah pun tidak ada kerana Sayidatina 'Aisyah belum ke pasar. Maka Nabi bertanya, 'Belum ada sarapan ya Khumaira?' (Khumaira adalah panggilan mesra untuk Sayidatina 'Aisyah yang bererti 'Wahai yang kemerah-merahan') Aisyah menjawab dengan agak serba salah, 'Belum ada apa-apa wahai Rasulullah. Rasulullah lantas berkata, 'Jika begitu aku puasa saja hari ini tanpa sedikit tergambar rasa kesal di raut wajah baginda.

5) Sebaliknya baginda sangat marah tatkala melihat seorang suami sedang memukul isterinya. Rasulullah menegur, 'Mengapa engkau memukul isterimu? Lantas soalan itu dijawab dengan agak gementar, 'Isteriku sangat keras kepala! Sudah diberi nasihat dia tetap degil juga, jadi aku pukul lah dia. Aku tidak bertanyakan alasanmu,' sahut Nabi s. a. w. Aku menanyakan mengapa engkau memukul teman tidurmu dan ibu kepada anak-anakmu?

6) Pernah baginda bersabda, 'sebaik-baik lelaki adalah yang paling baik,kasih dan lemah lembut terhadap isterinya.' Prihatin, sabar dan tawadhuknya baginda dalam menjadi ketua keluarga langsung tidak sedikitpun menjejaskan kedudukannya sebagai pemimpin umat.

7) Pada suatu ketika baginda menjadi imam solat. Dilihat oleh para sahabat,pergerakan baginda antara satu rukun ke satu rukun yang lain amat sukar sekali. Dan mereka mendengar bunyi menggerutup seolah-olah sendi-sendi pada tubuh baginda yang mulia itu bergeser antara satu sama lain. Sayidina Umar yang tidak tahan melihat keadaan baginda itu langsung bertanya setelah selesai bersembahyang, 'Ya Rasulullah, kami melihat seolah-olah tuan menanggung penderitaan yang amat berat, tuan sakitkah ya Rasulullah?' 'Tidak, ya Umar. Alhamdulillah, aku sihat dan segar.' 'Ya Rasulullah... mengapa setiap kali tuan menggerakkan tubuh, kami mendengar seolah-olah sendi bergeselan di tubuh tuan? Kami yakin engkau sedang sakit...' desak Umar penuh cemas....

Akhirnya Rasulullah mengangkat jubahnya. Para sahabat amat terkejut. Perut baginda yang kempis, kelihatan dililiti sehelai kain yang berisi batu kerikil, buat untuk menahan rasa lapar baginda. Batu-batu kecil itulah yang menimbulkan bunyi-bunyi halus setiap kali bergeraknya tubuh baginda.

Ya Rasulullah! Adakah bila tuan menyatakan lapar dan tidak punya makanan kami tidak akan mendapatkannya buat tuan?' Lalu baginda menjawab dengan lembut, 'Tidak para sahabatku. Aku tahu, apa pun akan engkau korbankan demi Rasulmu. Tetapi apakah akan aku jawab di hadapan ALLAH nanti, apabila aku sebagai pemimpin, menjadi beban kepada umatnya?' 'Biarlah kelaparan ini sebagai hadiah ALLAH buatku, agar umatku kelak tidak ada yang kelaparan di dunia ini lebih-lebih lagi tiada yang kelaparan di Akhirat kelak.'

8) Baginda pernah tanpa rasa canggung sedikitpun makan di sebelah seorang tua yang dipenuhi kudis, miskin dan kotor.

9) Hanya diam dan bersabar bila kain rida'nya direntap dengan kasar oleh seorang Arab Badwi hingga berbekas merah di lehernya. Dan dengan penuh rasa kehambaan baginda membasuh tempat yang dikencing si Badwi di dalam masjid sebelum menegur dengan lembut perbuatan itu.

10) Kecintaannya yang tinggi terhadap ALLAH swt dan rasa kehambaan yang sudah sebati dalam diri Rasulullah saw menolak sama sekali rasa ke tuanan.

11) Seolah-olah anugerah kemuliaan dari ALLAH langsung tidak dijadikan sebab untuknya merasa lebih dari yang lain, ketika di depan ramai mahupun dalam keseorangan.

12) Pintu Syurga telah terbuka seluas-luasnya untuk baginda, baginda masih lagi berdiri di waktu-waktu sepi malam hari, terus-menerus beribadah hinggakan pernah baginda terjatuh lantaran kakinya sudah bengkak-bengkak.

13) Fizikalnya sudah tidak mampu menanggung kemahuan jiwanya yang tinggi.Bila ditanya oleh Sayidatina 'Aisyah, 'Ya Rasulullah, bukankah engaku telah dijamin Syurga? Mengapa engkau masih bersusah payah begini? Jawab baginda dengan lunak, 'Ya 'Aisyah, bukankah aku ini hanyalah seorang hamba? Sesungguhnya aku ingin menjadi hamba-Nya yang bersyukur.'

Ya Rasulullah.. aku rindukanmu...

Ya Rasulullah..
aku rindukanmu...
aku cintakanmu ya Rasulullah..
tapi aku selalu mendustakannya,,
Aku seringkali meletakkan cintamu
rendah daripada cintaku kepada dunia..

Aku malu padamu ya Rasulullah..
Dikau mencintai aku sebelum aku sendiri lahir ke dunia.
ya Rasulullah..
betapa hina dinanya diri ini..
aku seringkali menyatakan aku cintakan dikau,
tapi sunnahmu,ajaranmu seringku lupakan.
Ya Rasulullah...
sangggupkah kau untuk mengaku aku sebagai
UMMATMU?

ya Ululázm Anbiya'..
dalam sakaratul mautmu,
kau masih lagi ingat pada kami..
"Ummati ummati ummati"
sedangkan kami disini,sering melupakanmu,
bergembira dengan ni'mat dunia yang sementara..
layakkah kami untuk menerima syafaatmu
di akhirat kelak?
ya Rasulullah..
begitu jauhnya jarak kami
dengan martabat keagunganmu..

Ya Rasulullah..
dikau sanggup mengikat perut berlapar..
kau sanggup dilempar batu sehingga capalmu
penuh dengan darah..
kau sanggup dilempar dengan najis..
semuanya kerana KAMI..
untuk kami merasa betapa indahnya menyintai
Allah dan Kekasih agungnya..
subhanallah..
indahnya budi pekertimu duhai
Rasul yang telah dijanjikan syurga.

sungutan 'Aisyah kepda Rasulullah,"Mengapa Rasulullah kau bersusah payah berdiri bersembahyang malam sehingga bengkak-bengkak dua belah kakinya sedangkan Allah telah mengampunkan dosa kau yang lalu dan yang akan datang?"Rasulullah dalam jawapannya berkata:
"Afalaa akuunu a'bdan syakura"
"tidakkah patut untukku menjadi hamba yang bersyukur?"

Ya Rasulullah,
betapa gembiranya dikau,
ketika Allah akan berselawat kembali kepada kami
andai kami berselawat pada Rasulullah..
bukannya dikau gembira kerana namamu disebut-sebut.
tapi kerana ganjaran yang besar buat ummatmu yang berselawat padamu.
Ya Rasulullah..
mulianya akhlakmu..
betapa dikau cintakan kami..


Ya Rasulullah..
aku begitu cemburu dengan sahabatmu,Abu Bakar As-Siddiq,
kerana beliau sering bersamamu kemana sahaja.
beliaulah yang membenarkan segala kata-katamu..
beliau juga rakan seperjuanganmu dikala
menyebarkan agama Allah di muka bumi ini..
aku ingin berada di tempatnya..
menjadi temanmu yang sejati..
aku ingin
melihat cahaya wajahmu setiap hari..
aku ingin
menatap senyuman manismu yang bisa mencairkan hati mereka yang
melihatnya..
Aku ingin
mendengar kata-kata indah daripada mulutmu,
agar bertambah keimanan ku pada Allah..
duhai Abu Bakar sahabat Rasulullah yang tercinta,
aku cemburu padamu..

tatkala tiba masa kewafatanmu duhai Rasulullah,
Para sahabat tidak dapat menerimanya.
sehinggakan tangisan mereka di rumah Saiditina Áisyah
didengari sehingga ke luar rumah.

Umar tak dapat menerima sehingga
berkata "sesiapa yang berkata Rasulullah sudah mati,akan kulibas dengan pedangku ini"

Abdullah bin Zaid tidak dapat menahan sebak sehingga
berdoa pada Allah;
"Ya Allah,ambillah penglihatanku ini sehingga aku tidak dapat melihat
sesiapapun selepas Rasulullah sallahua'laihi wassalam"
belum sempat beliau habiskan doa,Allah sudah menarik ni'mat penglihatannya.

begitu juga sahabat yang lain,sehinggakan ada yang berdoa
"Ya Allah,ambillah nyawaku ini dan tiada lagi kehidupan selepas Muhammad"
pada saat itu jualah Allah menarik nyawanya dan jatuh rebahlah ke bumi.

saidina Uthman pula terdiam membisu,tidak dapat berkata apa-apa kerana
fikirannya bercelaru dan bingung.

betapa tingginya cinta yang mereka letakkan
padamu ya Rasulullah setelah Allah..
aku malu..
siapalah Rasulullah di hati kita duhai ummat akhir zaman?

Daripada Abu Hurairah r.a bahawa Rasulullah bersabda yang maksudnya:
"Demi Allah yang jiwaku ditangan-Nya,tidak beriman seseorang kamu
sebelum aku menjadi orang yang lebih dikasihinya daripada bapanya
dan anaknya"
(hadith riwayat al-Bukhari dan Muslim)